[Book Review] Saat Hidup Mempunyai Warna Lain
10:24 AM
Judul Buku :
Kebersahajaan Hidup di Tepian Halmahera
Penulis :
Finalis Esai Kompetisi Menulis Tulis Nusantara 2012
Penerbit :
PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku :
136 Halaman
Tahun Terbit :
November 2013
Kategori :
Motivasi
ISBN :
978-979-22-9868-0
Harga :
Rp 50.000,00
Arti dan
tujuan hidup yang sebenarnya, bahwa hidup bukan semata-mata bergantung pada
harta, jabatan, dan popularitas. Hidup adalah tentang memberi manfaat untuk
sesama. Karena hanya dengan begitu, keberadaan kita akan dipandang sebagai
keberkahan. Setidaknya banyak definisi dari manfaat untuk sesama. Namun,
manfaat itu benar-benar ada, jika banyak uang kita korbankan untuk suatu hal
yang positif. Bereksplorasi dengan waktu. Menjajah budaya-budaya asing yang
menyebabkan menguapnya ingatan tentang kebersahajaan budaya domestik.
Tak jauh
dari memberikan manfaat soal budaya. Di Indonesia Bhineka Tunggal Ika ini
begitu benyak keberagaman etnis, kultur, dan budaya. Injakan kaki di bumi
pertiwi, membuat mata kita terbuka dan refleksi atas keberagaman yang membuat
kita berpikir bahwa banyak hal yang sepatutnya kita ketahui. Mencintai setiap
perbedaan yang ada dengan selalu menghormati perbedaan itu. Memberi manfaat
bagi orang lain, berarti juga turut menghormati perbedaan. Sebuah konsekuen
dari sebuah kemanfaatan.
Di dalam
buku ini, terdapat beberapa peraturan budaya lewat eksplorasi para finalis
menulis esai dengan waktu serta pemikiran agresif yang terus mengusik ingatan
mereka soal kesederhanaan, kemanusiaan, budaya, dan sastra. Setidaknya banyak
hal yang terlewatkan dari segala sesuatu yang ada di depan kita. Padahal,
banyak keistimewaan dan misteri yang terselip di dalamnya, termasuk budaya.
Dengan
bahasa yang formal dan tak jarang juga memakai bahasa daerah, buku ini
memberikan kisah-kisah dan pengalaman inspiratif dari para finalis menulis esai
ini dalam menelusuri berbagai hal dalam bidang budaya, maupun sastra. Namun,
adanya perumpamaan dan mekanisme penuturan dalam bidang sastra di dalam suatu
daerah, membuat pembaca yang belum mendalami sastra, kurang paham dengan
bahasa-bahasa yang
digunakan. Serta masih banyak budaya-budaya yang belum disertai gambar
pendukung, menjadikan beberapa pembaca yang mempunyai insting visual sulit
untuk menentukan bentuk dari budaya tersebut. (A-Ma)


2 komentar
menulis terus ya, ditekuni.
BalasHapusSalam dari PONDOK TEMUTUR.
Terima kasih sarannya! Power for you
BalasHapus