[Drama Review] D-Day

8:14 AM


Berbicara tentang bencana alam, beberapa waktu yang lalu ada sebuah Drama Korea yang menggambarkan sebuah disaster berupa gempa bumi. Bagi para penggemar drama-drama dan film Korea mungkin ngga  asing lagi nih dengan drama D-Day. Drama yang dibintangi Kim Young Kwang dan Jung So Min ini membuat emosi penontonnya terkoyak. Bagaimana tidak, sebuah bencana datang tiba-tiba ditengah keramaian kota Seoul.

Seorang dokter spesialis bedah bernama Lee Hae Sung mempunyai perilaku yang unik. Ia bertindak cekatan dalam setiap kondisi pasien. Tanpa mengedepankan izin dari pihak keluarga pasien ataupun peraturan dan kode etik, ia tetap mengoperasi pasien yang benar-benar darurat. Menurutnya, nyawa harus lebih dikedepankan daripada hanya sebuah peraturan. Tak terhitung banyaknya orang yang menuntut karena sifat gegabahnya itu. Dengan kata lain, selain rumah sakit, tempat yang wajib dikunjunginya adalah pengadilan. Perilaku Dokter Lee ini sudah tidak diherankan lagi oleh Manager UGD Rumat Sakit Mirae, Kang Joo Ran (diperankan oleh Kim Hye Eun). Keunikan ini lantas tidak membuat Direktur Rumah Sakit Mirae, Park Gun (diperankan oleh Lee Geung Young) berdiam diri.

Rumah Sakit Mirae mempunyai prestasi yang menarik, yaitu adanya Laparoskopi Robotik yang dilakukan oleh seorang dokter Korea lulusan Harvard, Han Woo Jin (diperankan oleh Ha Seok Jin). Namun, ia mempunyai konflik dengan Dokter Lee, karena telah melakukan kesalahan operasi pada ibu Dokter Lee sehingga menyebabkan kondisinya vegetatif sampai sekarang. Operasi itu dilakukan Dokter Han ketika semasa awal menjadi dokter.

Karena perilaku Dokter Lee yang seenaknya sendiri, Direktur Park memindahkannya ke Rumah Sakit Hangang Mirae. Rumah sakit ini tidak mempunyai ruang ICU dan fasilitasnya jauh dibawah kata “layak”. Dengan berat hati, beserta ibunya yang sedang dalam kondisi vegetatif, mereka pindah dari Rumah Sakit Mirae.

Seorang dokter dari Busan, Jung Ddol Mi (diperankan oleh Jung So Min) datang ke Rumah Sakit Mirae, Seoul, untuk sebuah urusan, dan tujuan lainnya yaitu, untuk menemui Dokter Han, dokter yang dulu pernah mengoperasi dan menyelamatkannya sewaktu remaja. Tanpa sadar, ia terlibat dengan konflik yang membuatnya terjerat dengan rumah sakit itu.

Dibalik berbagai kisah, terselip cerita yang memilukan, hari itu datang. Disaster Day. Sebelumnya telah muncul tanda-tanda akan terjadi gempa, namun orang-orang tidak menyadarinya.

Awalnya mereka melihat sebuah pelangi ganda. Fenomena ini sering dijumpai ketika akan terjadi bencana alam, semisal gempa bumi. Namun apa daya, bagi orang awan yang melihat fenomena itu sebagai sesuatu yang langka dan unik hanya memandang dan sesekali mengaguminya, tanpa mereka sadari, sebuah malapetaka datang. Guncangan hebat dari dalam bumi yang mampu membelah jalan-jalan besar di pusat keramaian kota, menenggelamkan benda-benda yang ada di atasnya. Dalam hitungan menit, Kota Seoul berubah menjadi sebuah kota Tyranopolis yang koyak di segala sisinya. Tidak ada lagi gedung-gedung pencakar langit, kebanyakan bangunan bukanlah bangunan yang tahan akan gempa. Jerit kesakitan terdengar dimana-mana. Saluran listrik pun terputus, sehingga semakin membuat runyam keadaan.

Rumah sakit merupakan tujuan utama para korban bencana. Namun apa daya, banyak rumah sakit yang ditutup akibat bangunannya yang membahayakan  karena gempa. Konflik terus terjadi dimana-mana, hingga akhirnya, Rumah Sakit Mirae lah yang menjadi pusat kegiatan penyelamatan korban gempa.

Tangisan terdengar dimana-mana. Semua orang bekerja keras membantu para korban, termasuk tim pemadam kebakaran dipimpin Ketua Tim Cha Ki Woong (diperankan oleh Kim Ki Moo). Beserta para dokter di Rumah Sakit Mirae dan anggota tim pemadam kebakaran lainnya, satu persatu korban ditangani. Tentu saja banyak halangannya, akan tetapi mereka berhasil sampai keadaan dinyatakan aman.


Drama ini memberikan kita inspirasi. Dibalik kebahagiaan, selalu terselip kesedihan. Hiruk pikuk yang dihadapi saat terjadinya gempa, akhirnya terbayarkan dengan perasaan saling memahami dan janji kepada diri sendiri agar lebih baik. Karakter tokoh digambarkan sesuai dengan perilaku manusia di zaman sekarang, namun banyak istilah-istilah kedokteran yang kurang dimengerti orang-orang awam dan sensor yang kurang pada scene operasi, sehingga memperlihatkan langsung bagian organ tubuh manusia.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images